Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah dasar semua keputusan di proyek konstruksi: berapa dana yang perlu disiapkan, pekerjaan apa yang memakan biaya terbesar, dan apakah penawaran kontraktor masuk akal. Artikel ini menjelaskan cara RAB disusun, khususnya untuk bangunan komersial seperti ruko, showroom, atau gudang, sehingga Anda bisa membaca dan menilai RAB dengan percaya diri.
RAB adalah perkiraan biaya seluruh pekerjaan konstruksi yang disusun sebelum pembangunan dimulai. Rumus dasarnya sederhana:
RAB = Σ (Volume Pekerjaan × Harga Satuan Pekerjaan)
Artinya, setiap item pekerjaan dihitung volumenya, dikalikan harga satuannya, lalu semuanya dijumlahkan. Yang membuat RAB rumit bukan rumusnya, melainkan ketelitian data di setiap langkahnya.
RAB yang akurat butuh gambar kerja detail (DED) dan spesifikasi teknis atau RKS. Tanpa keduanya, volume hanya tebakan. Dokumen pendukung lain yang biasa dipakai adalah Bill of Quantity (BQ) dan daftar harga bahan serta upah.
Volume dihitung dari gambar, per item pekerjaan, dengan satuan yang sesuai: titik, meter lari (m'), meter persegi (m²), meter kubik (m³), atau lumpsum. Kelompokkan agar mudah dicek:
Pada bangunan komersial, item fasad dan MEP sering luput atau diremehkan. Padahal porsinya bisa besar.
Harga satuan terdiri dari upah, bahan, dan alat. Acuan resminya adalah Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), yang kini diatur dalam Permen PUPR 8 Tahun 2023 tentang pedoman penyusunan perkiraan biaya pekerjaan konstruksi. Dalam praktiknya, harga bahan dan upah harus diambil dari lokasi proyek, karena harga di tiap daerah berbeda. Karena aturan teknis pelaksanaannya diperbarui berkala, cek versi terbaru sebelum memakainya sebagai acuan resmi.
Contoh ilustrasi (angka hanya untuk simulasi, bukan harga pasar):
| Pekerjaan | Volume | Harga satuan | Jumlah |
|---|---|---|---|
| Pemasangan lantai | 200 m² | Rp100.000 | Rp20.000.000 |
| Pengecatan dinding | 500 m² | Rp30.000 | Rp15.000.000 |
| Subtotal | Rp35.000.000 |
Hitungan seperti ini diulang untuk seluruh item, lalu dijumlahkan dalam rekapitulasi.
Subtotal pekerjaan belum biaya akhir. Biasanya masih ditambah komponen seperti overhead, keuntungan kontraktor, pajak sesuai ketentuan yang berlaku, serta biaya penerapan keselamatan konstruksi (SMKK). Banyak proyek juga menyisihkan dana cadangan untuk pekerjaan tak terduga. Besarnya disepakati per proyek, jadi tanyakan rinciannya ke kontraktor.
Saat menerima RAB, periksa lima hal berikut:
RAB dari dua kontraktor hanya bisa dibandingkan jika spesifikasi dan lingkup pekerjaannya sama. Untuk panduan lebih luas, baca tips memilih kontraktor.
Jika Anda sedang merencanakan showroom mobil atau bangunan komersial lain dan ingin RAB yang rinci dan transparan, konsultasikan proyek Anda lewat WhatsApp.
RAB adalah rincian biaya. RKS adalah syarat teknis yang menjelaskan spesifikasi dan cara kerja.
Tidak selalu. Perubahan desain atau lingkup selama pembangunan dapat mengubah biaya, dan sebaiknya dicatat lewat addendum kontrak.
Biasanya kontraktor atau konsultan perencana (quantity surveyor) berdasarkan gambar kerja.

Kontraktor Jasa Konstruksi bangunan: